Selasa | Maret 06, 2007

 

KAU DAN AKU

 

Kau belum ada

Aku mengadakannya

Aku ajari kau berdiri

hingga bisa berjalan dan sedikit lari

Doaku terpanjat untuk kebesaranmu

tetesan keringat dan air mata tercurah untuk mu

Namun setelah engkau besar

tangan dan kakimu kuat

Kau lari tinggalkan aku

kau lempar aku keluar

Seakan bukan apa-apa bagi dirimmu

semula aku kecewa

atas pengkhianatanmu

tapi aku tersadar

inilah pelajaran berharga untuk diriku

Pelajaran untuk memberi

Tanpa berharap untuk menerima

 

Posted by hudi at 13:38:07 | Permanent Link | Comments (0) |

 

 

AKU ADALAH AKU

 

Aku adalah aku

Aku bukan bawahan

Aku bukan suruhan

Aku bukan bayang-bayang

Aku bukan boneka

Aku bukan tumbal

 

Aku adalah aku

Aku bukan kerbau dungu

Aku bukan domba tolol

Aku bukan sapi bodoh

Aku bukan kuda tuli

 

Aku adalah aku

Aku yang bebas dan merdeka

Tanpa belenggu dan paksa

Tanpa gertak dan teror

Aku akan bediri tegak dengan kakiku

Aku akan berteriak keras dengan mulutku

Aku akan mengepal gagah dengan tanganku

Aku akan terbang tinggi dengan sayapku

Untuk menggapai impianku

Posted by hudi at 13:12:11 | Permanent Link | Comments (0) |

 

Sang Guru Pengembara

 

Oleh M.Nur Hudiyana

 

Kala mentari mulai bercahaya

menyinari pulau kecil di tengah samudra

Di sebuah gubug tua

Sang Guru duduk bersila

sang murid duduk mengelilinginya

Tak seperti biasa

wajah Sang guru pucat menahan duka

matanya lembab berkaca-kaca

butiran air pun berceceran menggores muka

suasana hening tak ada sepatah kata

Sang Murid tertegun bertanya-tanya

heran tak mengerti menatap gurunya

suara sang guru bergetar memecah suasana

"Wahai murid-muridku yang setia

sudah sekian lama kita bersama

berbagi dalam suka dan duka

Dan aku adalah sang pengembara

Dari pulau ke pulau aku berkelana

Tuk menyelami hidup dan membangun jiwa

Di pulau ini aku berlabuh

Di pulau ini aku singgah sementara

Murid-muridku yang setia

Di pulau ini ku temui dedaunan rimbun kebahagiaan

Di pulau ini ku rasakan gemercik air kedamaian

Kini tugasku telah paripurna

Aku akan meninggalkan kalian semua

tuk melanjutkan pengembaraanku

di pulau seberang sana"

Setelah munutup kata-katanya

Sang guru berdiri dari duduknya

Sang murid berhamburan merangkul sang guru tercinta

Menangis bersedih akan kepergiannya

Sang Guru pun membalikkan muka

berlari menembus belantara

tubuhnya lenyap di ujung samudra

Dari kejauhan sang murid melambaikan tanganyya

seraya berucap "sayonara-sayonara"

"Semoga Tuhan mempertemukan kita di surga"

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted by hudi at 12:55:27 | Permanent Link | Comments (1) |

Jumat | Maret 02, 2007

 Hakikat Keberanian

 

hidup di dunia diperlukan keberanian

keberanian untuk melangkah

keberanian untuk mencoba

dan keberanian untuk berkreasi

Namun hakikat keberanian bukanlah tiadanya rasa takut

Namun rasa takut yang dipendam sedalam-dalamnya

Posted by hudi at 11:35:40 | Permanent Link | Comments (1) |